Image by Cool Text: Free Logos and Buttons - Create An Image Just Like This

Rabu, 29 Mei 2013

SELEMBAR KERTAS PUTIH


   Seorang anak yang suka mencari-cari kesalahan dengan cekatan akan mampu menunjukan kesalahan teman-teman dan orang tuanya. Bahkan jika sesutu terjadi pada dirinya, ia akan menyalahkan teman dan orangtuanya."Aku jatuh karena Ayah meletakkan ember sembarangan" kata anak tersebut kepada ayah saat ia terjatuh di kamar mandi.
   "Kamu mengalami musibah ini karena kamu tidak berhati-hati. Oleh karena itu, kalau berjalan harus hati-hati."kata anak itu kepada seorang anak lain yg kakinya terkilir'.



   Pada suatu hari anak itu berjalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya "Wah, madu lebah itu pasti sangat manis. Aku akan mengambilnya. Aku akan mengusir lebah-lebah itu.
   Ia pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah dgn keras.Ribuan lebah merasa terusik dan menyerang anak itu. melihat binatang kecil yg begitu banyak,anak itu lari terbirit-birit. Lebah itu tdk membiarkan musuhnya lari begitu saja. Lalu menyerang anak itu.
  "Aduhh, tolongg!!!
byurrr !! anak itu menceburkan dirinya kesungai. Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan anak yang sedang kesakitan itu.
   "Mengapa Ayah tidak menolongku? Jika Ayah sayang padaku ayah pasti menolongku. Semua ini salah Ayah!"
  Ayahnya diam sejenak lalu mengambil selembar kertas putih .
  "Anak ku apa yang kamu lihat dari kertas ini ?" Itu hanya kertas putih tidak ada gambarnya, "jawab anak itu.
 "Apa yang kamu lihat pada kertas putih in?"
"Ada titik hitam di kertas putih itu!"
  "Anakku, mengapa kamu hanya melihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal Sebagian besar kertas berwarna putih. Betapa  mudahnya kamu melihat kesalahan Ayah! Padahal masih banyak hal baik telah ayah lakukan padamu"
   Ayahnya berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk termenung.
 

Banyak di antara kita yang masih melihat kekurangan orang lain lebih besar dari pada kebaikannya. Bahkan kita melakukan hal yang sama kepada orang yan kita kasihi, orang yang paling dekat dengan kita.
Berapa kali kita mengoreksi kesalahan teman kita, menganggapnya tidak sebaik kita, dan mengkritik apa yg di ucapkannya. Kita tdk pernah sadar telah menilai seseorang dari kekurangannya saja. Mari kita belajar mengoreksi diri kita, sebelum menyalahkan orang lain . Jangan henya melihat sisi buruk dari suatu masalah , tetapi perlu juga untuk melihat sisi baiknya. Karena kebanyakan dari kita melihat selumbar dimata saudara kita, daripada balok di mata kita sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar